Dampak Perkembangan
Teknologi Komunikasi
1.
Arus
informasi meluas keseluruh dunia, globalisasi informasi dan media massa
menciptakan keseragaman pemberitaan maupun preferensi acara liputan.
2.
Peristiwa
yang terjadi di suatu negara, akan segera mempengaruhi perkembangan masyarakat di
negara lain. Atau dengan kata lain, menurut istilah John Naisbitt dan Patricia
Aburdence dalam bukunya Megatrend 2000 (1991), dunia kini telah menjadi ‘global
village’.
3.
Revolusi
informasi dan komunikasi telah melahirkan peradaban baru, sehingga mempermudah
manusia untuk
saling berhubungan serta meningkatkan mobilitas sosial. Disamping itu,kemajuan
tekhnologi informasi dan komunikasi pun mampu mengatasi jarak ruang dan waktu.
4. kemajuan tekhnologi komunikasi
dan informasi menghadirkan aneka ragam saluran (media) yang kian lama kian
canggih dan memungkinkan segala macam kejadian.
5. Terjadinya pemekaran jenis-jenis media sebagai akibat kemajuan
tekhnologi komunikasi dan informasi yang luar biasa, globalisasi media pun
meningkat dalam kualitas jaringan internet global (cybercommunication) telah
menciptakan sebuah jalan raya yang syarat informasi yang amat luas dan
seakan-akan tidak berujung (information super haigway) komunikasi internet
cenderung menjadi sebuah jenis media massa baru, karena penggunaan internet
sudah massal.
6. Internet diibaratkan sebuah “dunia maya’ (dunia mimpi) tatkala
TV telah menjadi begian
terpenting dalam budaya komunikasi umat manusia
Pertemuan
antara khalayak dan media berdasakan tiga karangka teoritis:
a. Perspektif perbedaan individual memandang bahwa sikap dan
organisasi personal-psikologis individu akan menentukan bagaimana individu
memilih stimuli dari lingkungan, dan bagaimana dia memberi makna dari stimuli
tersebut.
b. Perspektif kategori sosial berasumsi bahwa di dalam masyarakat
terdapat kelompok-kelompok sosial, yang reaksinya pada stimuli tertentu
cenderung sama.
c. Perspektif hubungan sosial menekankan pentingnya peranan
hubungan sosial yang informal dalam mempegaruhi reaksi orang terhadap media massa.
Dampak
Khusus:
1.
Efek
Kognitif
Pembaca surat kabar atau majalah, pendengar radio, dan penonton
televisi merasa mendapatkan pengetahuan setelah membaca, mendengar, dan
menonton. Banyak ilmu pengetahuan yang diperoleh dari komunikasi tersebut, sehingga
komunikasi atau media massa dijadikan sebagai kebutuhan utama setiap hari.
Apabila media massa tersebut telah berhasil menambah wawasan atau pengetahuan,
maka sudah dapat dilihat bahwa komunikasi massa telah mempunyai pengaruh secara
kognitif.
2. Efek Efektif
Komunikasi massa juga akan memberikan dampak atau efek efektif
kepada khalayaknya. Efek efektif lebih berkonotasi kepada perubahan sikap dan
perasaan. Dalam membaca berita sedih dalam majah atau suratkabar, seseorang
juga terseret perasaan sedih. Demikian juga sebaliknya, orang akan merasa
gembira ketika menonton peristiwa lucu di televise. Tidak ada orang yang merasa
gembira, ketika mendengar dari radio berita jatuhnya pesawat terbang yang
mengakibatkan ratusan penumpang meniggal seketika.
3.
Efek Behavioral
Setelah mendapatkan ilmu atau pengetahuan, lalu merasakan sesuatu,
maka efek yang terakhir dari komunikasi adalah berubahnya perilaku dari
pembaca, pendengar, dan penonton. Bila televisi menyebabkan anda lebih mengerti
bahasa Indonesia, maka televisi telah menimbulkan efek prososial kognitif. Bila
anda membaca penderitaan orang miskin, lalu tergerak untuk membantunya, maka
itu dinamakan efek prososial efektif. Tetapi bila anda telah mengirimkan wesel
kepada penderita tersebut, maka itu disebut efek prososial behavioral.
Selain
itu, bila ditinjau dari fungsinya media massa atau media komunikasi memiliki
pengaruh
persuasif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar