Rabu, 23 Desember 2015

Konsep Motivasi
           
Menurut Sardiman (1986: 73), motivasi berasal dari kata motif yang diartikan sebagai daya pendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi diartikan sebagai daya penggerak yang telah aktif. 
Pengertian motivasi adalah kehendak yang mendorong upaya ketingkat tertinggi dalam mencapai tujuan organisasi, di dorong kemampuan organisasi memuaskan kebutuhan individu anggotanya (Hamdan Mansoer, 1989:361). Motivasi bisa diartikan kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri sendiri untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki (Onang Uhjana, 1987:69), motivasi juga berarti pemberian daya perangsang kepada pegawai yang bersangkutan agar pegawai bekerja dengan segala daya dan upayanya (Manullang, 1993:120).
Motivasi  adalah  karakteristik  psikologis  manusia  yang  memberi  kontribusi  pada  tingkat  komitmen  seseorang.  Hal  ini  termasuk  faktor-  faktor  yang  menyebabkan,  menyalurkan,  dan mempertahankan  tingkah  laku manusia dalam arah tekad tertentu (Nursalam, 2008).  Motivasi  adalah  proses  kesediaan melakukan  usaha  tingkat  tinggi  untuk  mencapai  sasaran  organisasi  yang  dikondisikan  oleh kemampuan  usaha tersebut untuk memuaskan kebutuhan sejumlah individu. Meskipun  secaraumum motivasi merujuk ke upaya yang dilakukan guna mencapai  setiap sasaran, disini kita merujuk ke sasaran organisasi karena fokus kita  adalah perilaku yang berkaitan dengan kerja (Robbins & Coulter, 2007).
Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah pekerjaan yang memberikan dorongan atau rangsangan kepada karyawan agar bekerja dengan giat dan sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Teori Motivasi:
a. Teori-Teori Awal Tentang Motivasi  :
1) Teori Hierarki Kebutuhan Maslow  ( Teori defisiensi)
Teori  motivasi  yang  paling  dikenal  mungkin  adalah  Teori  Hierarki  Kebutuhan  Abraham  Maslow.  Maslow  adalah  psikolog  humanistik  yang berpendapat bahwa pada diri tiap orang terdapat  hierarki lima kebutuhan yakni:
a) Kebutuhan fisik:  makanan,  minuman, tempat  tinggal,  kepuasan  seksual, dan  kebutuhan fisik lain. 
b) Kebutuhan keamanan: keamanan dan perlindungan dari gangguan  fisik dan emosi, dan juga kepastian bahwa kebutuhan fisik akan  terus terpenuhi. 
c) Kebutuhan sosial: kasih sayang, menjadi bagian dari  kelompoknya, diterima oleh teman-teman, dan persahabatan. 
d) Kebutuhan   harga   diri:   faktor   harga   diri   internal,   seperti  penghargaan  diri,  otonomi,  pencapaian  prestasi  dan  harga  diri  eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian. 
e) Kebutuhan  aktualisasi  diri:  pertumbuhan,  pencapaian  potensi  seseorang, dan pemenuhan diri sendiri; dorongan untuk menjadi  apa yang dia mampu capai.Menurut Maslow, jika ingin memotivasi seseorang kita perlu  memahami ditingkat mana keberadaan orang itu dalam hierarki dan  perlu berfokus pada pemuasan kebutuhan pada atau diatas tingkat itu  (Robbins & Coulter, 2007). 
2)   Teori X dan Y McGregor 
Douglas McGregor terkenal karena rumusannya tentang dua  kelompok  asumsi  mengenai  sifat  manusia:  Teori  X  dan  Teori  Y.  Teori X pada dasarnya menyajikan pandangan negatif tentang orang.  Teori X berasumsi bahwa para pekerja mempunyai sedikit ambisi  untuk maju, tidak menyukai pekerjaan, ingin menghindari tanggung  jawab, dan perlu diawasi dengan ketat agar dapat efektif bekerja.
 Teori Y menawarkan pandangan positif. Teori Y berasumsi bahwa  para pekerja dapat berlatih mengarahkan diri, menerima dan secara  nyata  mencari  tanggung  jawab,  dan  menganggap  bekerja  sebagai  kegiatan  alami.  McGregor  yakin  bahwa  asumsi  Teori  Y  lebih  menekankan sifat pekerja sebenarnya dan harus menjadi  pedoman  bagi praktik manajemen (Robbins & Coulter, 2007). 
3)   Teori Motivasi Higienis Herzberg 
Teori  ini  menyatakan  bahwa  kepuasan  dan  ketidak-puasan  seseorang dipengaruhi oleh dua kelompok faktor independen yakni  faktor-faktor  penggerakan  motivasi  dan  faktor-faktor  pemelihara  motivasi. Menurut Herzberg, karyawan memiliki rasa kepuasan kerja  dalam pekerjaannya, tetapi faktor-faktor yang menyebabkankepuasan berbeda jika dibandingkan dengan faktor-faktor ketidak-  puasan  kerja.  Rasa  kepuasan  kerja  dan  rasa  ketidak-puasan  kerja  tidak berada dalam satu kontinum. Lawan dari kepuasan adalah tidak  ada kepuasan kerja sedangkan lawan dari ketidakpuasan kerja adalah  tidak ada ketidak-puasan kerja (Robbins, 2003).  Faktor-faktor  yang  merupakan  penggerak  motivasi  (faktor-  faktor intrinsik) ialah: 
a) Pengakuan (cognition), artinya karyawan memperoleh pengakuan  dari pihak perusahaan bahwa ia adalah orang, berprestasi, baik,  diberi penghargaan, pujian, dimanusiakan, dan sebagainya. 
b) Tanggung   jawab   (responsibility),   artinya   karyawan   diserahi  tanggung  jawab  dalam  pekerjaan  yang  dilaksanakannya,  tidak  hanya semata-mata melaksanakan pekerjaan. 
c) Prestasi (achievement), artinya karyawan memperoleh  kesempatan untuk mencapai hasil yang baik atau berprestasi. 
d) Pertumbuhan   dan   perkembangan   (growth   and   development),  artinya dalam setiap pekerjaan itu ada kesempatan bagi karyawan  untuk tumbuh dan berkembang. 
e) Pekerjaan itu sendiri (job it self), artinya memang pekerjaan yang  dilakukan itu sesuai dan menyenangkan bagi karyawan.  Adapun   faktor-faktor   pemelihara   motivasi   (faktor-faktor 
ekstrinsik) ialah: 
a) Gaji (salary) yang diterima karyawan      
b) Kedudukan (status) karyawan 
c) Hubungan  antar  pribadi  dengan  teman  sederajat,  atasan  atau  bawahan 
d) Penyeliaan (supervisi) terhadap karyawan 
e) Kondisi tempat kerja (working condition) 
f)  Keselamatan kerja (job safety) 
g) Kebijakan dan administrasi perusahaan, khususnya dalam bidang  personalia

b. Teori Motivasi Modern:
Teori Pengharapan
            Teori   ini   menyatakan   cara   memilih   dan   bertindak  dari  berbagai alternatif tingkah laku, berdasarkan harapannya apakah ada  keuntungan yang diperoleh dari tiap tingkah laku. Teori pengharapan  berpikir atas dasar: 
a) Harapan hasil prestasi 
Individu  mengharapkan  konsekuensi  tertentu  dari  tingkah  laku  mereka.  Harapan  ini  nantinya  akan  mempengaruhi  keputusan  tentang bagaimana cara mereka bertingkah laku. 
b) Valensi 
Hasil  dari  suatu  tingkah  laku  tertentu  mempunyai  valensi  atau  kekuatan  untuk  memotivasi.  Valensi  ini  bervariasi  dari  satu  individu ke individu yang lain. 
c) Harapan prestasi usaha 
Harapan  orang  mengenai  tingkat  keberhasilan  mereka  dalam  melaksanakan  tugas  yang  sulit  akan  berpengaruh  pada  tingkah  laku.   Tingkah   laku   seseorang   sampai   tingkat   tertentu   akan  tergantung pada tipe hasil yang diharapkan (Nursalam, 2007).  Kunci teori pengharapan adalah memahami sasaran  seseorang dan kaitan antara usaha dan kinerja,  antara kinerja dan  imbalan,  dan  akhirnya  antara  imbalan  dan  kepuasan  kerja  orangtersebut. Teori ini menekankan hasil atau imbalan. Akibatnya, kita  harus berkeyakinan bahwa imbalan yang ditawarkan oleh organisasi  itu  sesuai  dengan  keinginan  individu  tersebut.  Teori  pengharapan  menyatakan   bahwa   tidak   ada   prinsip   universal   yang   mampu  menjelaskan   apa   yang   memotivasi   individu   dan   karena   itu  menekankan   bahwa   para   manajer   harus   memahami   mengapa  karyawan  melihat  hasil  tertentu  menarik  atau  tidak  (Robbins  &  Coulter, 2007).
Dewasa ini, salah satu penjelasan yang paling meluas diterima, baik mengenai motivasi adalah teori harapan (expectancy theory) dari Victor Vroom, meskipun ada pengritiknya, namun kebanyakan bukti riset mendukung teori tersebut (Robins, 1996 : 215). Teori pengharapan berakar pada konsep-konsep kognitif yang dikemukakan oleh para psikolog terutama Kurt Lewin dan Edward Talmani. Teori ini diperkenalkan oleh Victor Vroom pada tahun 1964, individu diasumsikan sebagai pembuat keputusan yang rasional yang mengevaluasi alternatif tindakan dimana masing-masing alternatif akan berkaitan dengan penghargaan yang diharapkan individu menilai informasi yang tersedia bagi mereka dan membuat keputusan menurut nilai konsekuensi dan kemungkinan pribadi untuk mencapai apa yang mereka sukai. Dalam istilah praktis, teori pengharapan menyatakan bahwa seorang karyawan di motivasi untuk menjalankan tingkat upaya yang tinggi bila ia meyakini upaya akan menghantar ke suatu penilaian kinerja yang baik.

Perbedaan penyelia dan pegawai mengenai apa yang memotivasi pekerja:
Menurut  Nursalam  (2008),  terdapat  beberapa  prinsip  dalam  memotivasi kerja pegawai yaitu: 
1) Prinsip partisipatif 
Dalam upaya memotivasi kerja, pegawai perlu diberikan kesempatan  ikut berpartisipasi dalam menentukan tujuan yang akan dicapai oleh  pemimpin. 
2) Prinsip komunikasi 
Pemimpin  mengkomunikasikan  segala  sesuatu  yang  berhubungan  dengan  usaha  pencapaian  tugas.  Dengan  informasi  yang  jelas,  pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya. 
3) Prinsip mengakui andil bawahan 
Pemimpin  mengakui  bahwa  bawahan  (pegawai)  mempunyai  andil  didalam  usaha  pencapaian  tujuan.  Dengan  pengakuan  tersebut,  pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya. 
4) Prinsip pendelegasian wewenang 
Pemimpin   akan   memberikan   otoritas   atau   wewenang   kepada  pegawai bawahan untuk sewaktu-waktu dapat mengambil keputusan  terhadap   pekerjaan   yang   dilakukannya,   akan   membuat   yangbersangkutan  menjadi  termotivasi  untuk  mencapai  tujuan   yang  diharapkan oleh pemimpin. 
5) Prinsip memberi perhatian 
Pemimpin  memberikan  perhatian  terhadap  apa  yang  diinginkan  pegawai  bawahannya,  sehingga bawahan  akan  termotivasi  bekerja  sesuai dengan harapan pemimpin.
Sedangkan menurut Menurut Payaman J.Simanjuntak (2005,94-97), memotivasi bawahan berarti menjadikan mereka merasakan bahwa bekerja sebagai bagian hidup yang dinikmati. Para pekerja pada umumnya akan siap bekerja keras bila menghadapi beberapa kondisi berikut ini:
1. Merasa diperlukan oleh organisasi
2. mengetahui yang diharapkan organisasi
3. perlakuan adil antar pekerja dan dalam pemberian imbalan
4. peluang untuk berkembang
5. tantangan yang menarik
6. suasana kerja yang menyenangkan
Menurut F. Herzberg dalam Simon Devung (1989:106) ada dua faktor utama di dalam organisasi (faktor eksternal) yang membuat karyawan merasa puas terhadap pekerjaan yang dilakukan, dan kepuasan tersebut akan mendorong mereka untuk bekerja lebih baik, kedua faktor tersebut antara lain:
1.   Motivator
Motivator adalah prestasi kerja, penghargaan, tanggung jawab yang diberikan, kesempatan untuk mengembangkan diri dan pekerjaannya itu sendiri.

2.      Faktor kesehatan kerja
Faktor kesehatan kerja merupakan kebijakan dan administrasi perusahaan yang baik, supervisi (penyelia) teknisi yang memadai, gaji yang memuaskan, kondisi kerja yang baik dan keselamatan kerja.

Teori Persepsi
Pengertian Persepsi
Terbentuknya persepsi dimulai dengan pengamatan yang melalui proses hubungan melihat, mendengar, menyentuh, merasakan, dan menerima sesuatu hal yang kemudian seseorang menseleksi, mengorganisasi, dan menginterpretasikan informasi yang diterimanya menjadi suatu gambaran yang berarti. Terjadinya pengamatan ini dipengaruhi oleh pengalaman masa lampau dan sikap seseorang dari individu. Dan biasanya persepsi ini hanya berlaku bagi dirinya sendiri dan tidak bagi orang lain. Selain itu juga persepsi ini tidak bertahan seumur hidup dapat berubah sesuai dengan perkembangan pengalaman, perubahan kebutuhan, dan sikap dari seseorang baik laki-laki maupun perempuan.

Menurut Philip Kotler (Manajemen Pemasaran, 1993, hal 219): Persepsi adalah proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur, dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti. Persepsi dapat diartikan sebagai suatu proses kategorisasi dan interpretasi yang bersifat selektif. Adapun faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang adalah katakteristik orang yang dipersepsi dan faktor situasional.

Proses Terbentuknya Persepsi
Proses pembentukan persepsi diawali dengan masuknya sumber melalui suara, penglihatan, rasa, aroma atau sentuhan manusia, diterima oleh indera manusia (sensory receptor) sebagai bentuk sensation. Sejumlah besar sensation yang diperoleh dari proses pertama diatas kemudian diseleksi dan diterima. Fungsi penyaringan ini dijalankan oleh faktor seperti harapan individu, motivasi, dan sikap.

            Sensation yang diperoleh dari hasil penyaringan pada tahap kedua itu merupakan input bagi tahap ketiga, tahap pengorganisasian sensation. Dari tahap ini akan diperoleh sensation yang merupakan satu kesatuan yang lebih teratur dibandingkan dengan sensation yang sebelumnya.
Tahap keempat merupakan tahap penginterpretasian seperti pengalaman, proses belajar, dan kepribadian. Apabila proses ini selesai dilalui, maka akan diperoleh hasil akhir berupa Persepsi.

Faktor yang Mempengaruhi Persepsi
Sekarang kita juga akan mengetahui beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi menurut Vincent ( Manajemen Bisnis Total, 1997, hal 35):

  1. Pengalaman masa lalu (terdahulu) dapat mempengaruhi seseorang karena manusia biasanya akan menarik kesimpulan yang sama dengan apa yang ia lihat, dengar, dan rasakan.
  2. Keinginan dapat mempengaruhi persepsi seseorang dalam hal membuat keputusan. Manusia cenderung menolak tawaran yang tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan.
  3. Pengalaman dari teman-teman, dimana mereka akan menceritakan pengalaman yang telah dialaminya. Hal ini jelas mempengaruhi persepsi seseorang.


Selasa, 22 Desember 2015

15 Rahasia agar jodoh di dekatkan oleh Allah

Ini adalah ikhtiar yg bisa dilakukan untuk mendekatkan pertolongan Tuhan. Yg jomblo, fokus ya
1. Taubati segala dosa. Bagaimana bisa satu waktu kau mengiba pada-Nya, tapi di waktu lain kau barengi dg aktifitas yg mendurhakai-Nya
?
2. Siapkan ilmunya. Pingin naik haji, pelajari manasik haji. Pingin nikah, pelajari ilmunya. Tuhan akan mengabulkan hamba yg pantas menerima
3. Jemput. Bukan nunggu ilmu, tapi cari ilmu. Bukan nunggu rezeki, tapi jemput rezeki. Jodoh juga gitu. Bukan nunggu jodoh, tp jemput jodoh
4. Jodohmu cermin dirimu. Saat kau damba jodoh yg mulia, maka jangan menghinakan diri dg perbuatan yg tak pantas dilakukan orang yg mulia
5. Bermunajatlah pada-Nya, “Rabbii laa tadzarnii fardan..” (Tuhan, jangan biarkan aku sendiri). Kalo gak ngadu ke Tuhan, mau ke sapa lagi?
6. Rasulullah berkata, Tiga orang yg doanya pasti terkabulkan; Doa orang teraniaya, doa musafir, dan doa orang tua pada anaknya. Manfaatkan itu.
7. Doain temanmu. Doa muslim untuk saudaranya yg dilakukan tanpa sepengetahuan orang yg didoakannya, adalah doa yg akan dikabulkan Tuhan.
8. Luruskan niat. Nikah bukan hanya untuk meraih bahagia dunia, tapi lebih dari itu. Pernikahan muslim adalah ibadah yg mulia.
9. Sedekah. Ini mah gak usah ditanya lagi faedahnya. Segala masalah tuntas dg sedekah yg ikhlas. Dg sedekah, semua hajat bakal terkabul
10. Istikharahi. Berdoalah, Ya Allah, jika dia baik bagi agamaku, duniaku, akhiratku, tolong dekatkan hamba dg cara-Mu. Jika tidak, jauhkan.
11. Jangan malu minta bantu. Comblang itu halal, asal dg cara benar. Khadijah mendekati Muhammad saja dg perantara Maisaroh kan?
12. Tetaplah terhormat di masa penantian. Jomblo itu bukan aib. Jangan terpancing teman2mu yg mengisi penantian dg cara tak halal.
13. Tawakkal. Percayalah bahwa kalau memang jodoh nggak akan kemana. Kalo udah doa, udah usaha, ya udah, serahkan hasilnya pada Allah.
14. Jarang ada berlian di tempat sampah. Jemput jodoh baik di tempat baik2. Karena orang baik, lebih kerasan tinggal di komunitas yg baik.
15. Minta doa banyak orang, para sahabat, orang shalih, keluarga. Jangan malu. Kita tak tahu, dari doa yg mana pengabulan Tuhan itu datang.
Semoga dg ikhtiar itu, Allah mengaruniaimu jodoh yg baik. Selamat malem minggu bersama keluarga dan sahabat


Se-sederhana Mungkin ..
bertemu denganmu adalah takdir bagiku
berteman denganmu adalah pilihan bagiku
bersahabat denganmu adalah hadiah istimewa bagiku
aku ingin menjadi sahabat yang sederhana buatmu
se-sederhana matahari di pagi hari yang menyinari bumi
se-sederhana rembulan dengan keteduhan sinarnya
se-sederhana angin yang berhembus menyejukkan jiwa
se-sederhana hujan yang membasahi rerumputan
aku tidak ingin menjadi yang istimewa buatmu
seperti raja dengan segala dayang-dayangnya
seperti jendral dengan segala tentaranya
seperti presiden dengan segala jajarannya
aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu
semudah kita dipertemukan dengan cara-Nya
semudah kita berbicara tentang banyak hal
semudah kita bertatap muka untuk melepas rindu
semudah kita berpegangan tangan dan berlari untuk merasakan ke-Agungan-Nya
semudah kita saling memberikan kepercayaan dan menjaganya

aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu
semudah kita bertengkar dan merebutkan sesuatu
semudah kita menangis dan mengalah (mendahulukan sahabatnya)
semudah kita melepaskan untuk saling menguatkan
semudah kita menyembunyikan rasa sakit hati untuk kebahagiaan sahabatnya
semudah kita mendahulukan ego untuk sebuah rasa atau logika
aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu
seperti pertemuan kita..
seperti perpisahan kita..
seperti goresan kisah yang telah kita lalui bersama..
seperti kenangan yang tiada bosan untuk tetap tinggal..
aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu
seperti nasehat yang mengiringi curahan hati
seperti piutang yang menjadi sebuah “budi”
seperti teladan yang mempengaruhi perubahan diri
seperti tangisan yang menyayat hati
kita..
adalah sebuah kisah yang belum sampai pada cerita akhirnya
adalah perjalanan waktu yang dipisahkan oleh jalan kisah-Nya
adalah sebuah pulau yang siap untuk dikunjungi namun tidak dikotori
adalah sekuntum bunga yang tidak mekar merekah dengan sendiri
kamu..
adalah bagian dari proses pencarian jati diri
adalah puzzle kehidupanku, jika tanpamu maka tak akan pernah menjadi lengkap
adalah lukisan yang belum usai dengan segala warnamu diatas kanvas diri
adalah kehangatan dan kenyamanan dalam setiap pelukan lembutmu
aku..
adalah orang yang Allah kirimkan untuk bertemu dan menjalin kisah denganmu
adalah orang yang ingin mengingatimu dalam kesederhanaan
adalah orang yang peduli dan tak lepas mendo’akan kebaikan untukmu
adalah orang yang sederhana untuk menuliskan tulisan yang sederhana ini..
sahabat..
maukah kamu berbagi kasih denganku?
maukah kamu menyebut namaku dalam untaian doamu?
maukah kamu mengingatku dengan sederhana?
walau..
entah sedalam apa dan bagaimana kamu menyimpan rasa kesal dan benci padaku?
entah bagaimana kamu dapat memaafkan segala khilaf dan salahku?
entah sejauh dan sedalam apa kamu mengenalku..
entah sebesar apa pengorbanan dan rasa sayang yang telah kamu lakukan dan berikan untukku..
entah kapan, dimana, dan dengan cara apa (mungkin) kita akan dipertemukannya kembali…


KARENA AKU MUSLIMAH AKU HARUS SABAR
Jiwaku, bersabarlah!
Sendiri bukan berarti tidak cantik
Tak di-‘PDKT’-kan bukan berarti ‘nggak laku’
 Melainkan itulah anggai penghormatan ikhwan pada akhwat yang menjaga diri
 Inilah pilihan, Dan di balik pilihan yang baik
Selalu ada ruang bagi kejutan tak terprediksi
Jiwaku, Bersabarlah!
Ketika kamu terluka saat melihat orang yang kamu kagumi
Melakukan hal yang tak pernah kamu bayangkan
Apa kamu bisa terima, kamu telah ‘berserah’ pada orang yang salah?
Ah, entahlah. Itu bukan rahasia, karena di sana ia tengah menanti kamu
Maka jangan kamu rusak penantian itu dengan ketidaksabaran hatimu
Jiwaku, bersabarlah!
walau kamu memaksa dan menangis darah keadaan berubah saat ini juga
Tak akan ada yang berubah tanpa izin dari-Nya
ALLAH punya cara, punya rencana di setiap skenario kehidupan
Saat ini kamu ingin ada yang mengisi hati dan hidupmu
Mungkin itu bukan waktu dimana janji ALLAH telah berjawab.
Sebab jika janji itu terjadi nanti, insya ALLAH, kamu akan baik-baik saja..
Jiwaku, bersabarlah!
Sebentar lagi ia akan datang..
walau tampak fisik kamu sendiri, tapi jauh di hati ini..
 Kamu dan ia telah menyatu dalam buhul yang telah ALLAH ikatkan sejak dulu.
 Kamu dan ia telah menyatu lewat penantian dalam kesendirian.
                ALewat penantian dalam kesabaran.
jiwakuku.. Rahasia ALLAH selalu menawarkan pilihan.
 Dan di balik setiap pilihan, selalu ada ruang bagi konsekuensi.
Maka semoga kita pandai memilih pilihan terbaik untuk segala jenis keletihan menanti jodoh; sabar. :)
Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)

Sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) ALLAH itu, pasti datang



Tak ada yang bisa menyangkal, bahwa tidak ada seorang pun yang steril dari yang namanya cinta. Meski ia telah setingkat da’i atau da’iyah. Tak ada yang bisa mencegah datang virus itu, seperti senandung puisi berikut:

Cinta……. Menembus ruang dan batas Menggelora, meradang dan mematikan

Kala cinta merasuk sukma, membekukan akal, menghempas rasa jika tidak karena-Nya

Kemana kan dibawa lari sekeping hati pecinta??

Kita akan bicara tentang cinta. Sesuatu yang Allah tanamkan fitrahnya pada setiap jiwa. Tapi alangkah hinanya bagi pecinta yang terbelenggu oleh cintanya. Duhai saudariku……. Mencintai itu adalah kewajaran……..!!! Apalagi bagi seorang wanita yang telah memasuki usia dimana kebutuhan kasih sayang dan penjagaan dari seorang lelaki sudah sangat dirindukannya. Tapi ingatlah wahai sahabatku, janganlah engkau tanggalkan kehormatanmu dengan mengumbarnya di antara manusia. Dengan cara apapun, dengan dalih apapun, dengan susunan kata semanis apapun, sekuat apapun dorongannya jangan engkau tertipu oleh rayuan syaetan.

Betapa senangnya syaetan bila manusia telath terkena panahnya. Panah yang akan membuat manusia mabuk cinta dan menjadikan halal segala cara apapun untuk mendapatkannya. Maka jadilah sms merah jambu, surat-surat cinta, dan lainnya yang padahal bisa jadi syaetan telah mengemasnya menjadi kemasan yang akan mengundang kemurkaan Allah.

Saudariku….. Bersabarlah di saat malam gelap gulita membekap. Bersabarlah di antara sujud panjangmu, di antara harap dan do’amu kepada Allah dengan kedatangan pangeran yang akan menjemputmu. Bersabarlah terus di antara dua lelehan air matamu karena berharap yang terbaik dariNya. Sungguh itu lebih baik bagimu dan yang lebih Allah ridhoi daripada selainnya. Walaupun sulit, terasa berat, tidak tahan menunggu kepastiannya, namun tetaplah seperti itu, sabar, sabar dalam penantianmu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang terbaik bagimu. Bukankah janji Allah sudah jelas:

”dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” {QS. An Nuur : 26}

Terasa sulit memang….. hati itu terkadang begitu cepat berbolak balik. Terkadang ia kuat bagai benteng kokoh, tapi sering pula ia rapuh bak rumah kardus di bawah kolong jembatan. Di satu sisi kita senantiasa menginginkan tunduk pada perintah-perintah Allah, perintah menundukkan pandangan, perintah mengulurkan jilbab, perintah terus memperbaiki didi dari hari ke hari. Namun, di sisi lain, syaetan senantiasa bergerak dan bekerja untuk menggoda manusia. Sehingga terkadang dalam penantian panjang ini ada kalnya terselip pandangan yang belum halal, ada perkataan yang belum halal, ada usaha mencari perhatian yang belum halal.

Saudariku….. Saat ini, di tengah malam ini mari kita tengok jendela- jendela yang terbuka. Di atas ribuah sajadah, bersimpuh wanita-wanita yang sedang merindu. Tetesan-tetesan air mata mereka terus membasahi bumi, air mata mujahidah yang sangat takut tergelincir kepada kemaksiatan. Berjuta sorotan mata yang hanya ditujukan kepadaNya. Dan engkau ….., apakah engkau termasuk bagian dari wanita bersimpuh itu, sabarlah.

Benar, tidak mudah. Tapi tidak ada yang salah dengan janjiNya. JanjiNya adalah keniscayaan terindah, walau itu harus kau tebus dengan kesabaran yang berpeluh kesah. Janganlah lelah memuliakan dirimu. Bukan untuk dia, bukan untuk dirimu sendiri. Tapi semata hanya untuk Rabbmu. Sungguh itu bagian dari tarbiyah dengan cara yang berbeda. Dan Maha Benar Allah, lelaki mulia itu akan datang atas nama kemuliaan pernikahan. Tanpa engkau perlu teriaki, dia telah mendengar dengan kesediaan tertinggi akan seruan lembut RabbNya, yang disampaikan kepada hamba terkasih dan utusanNya.

“Wahai para pemuda, barangsiapa telah mampu di antara kalian, hendaklah ia menikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dari menjaga……”(HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i)

Lelaki yang senantiasa menjaga kehormatan itu pasti akan datang, lelaki yang setiap malam engkau tangisi itu pasti akan mengetuk pintu rumahmu, lelaki yang akan menjaga kehormtan yang senantiasa engkau jaga itu pasti akan menjemputmu dengan kesederhanaan dan senyuman terindah yang tetulus dari hatinya, lelaki yang akan menemanimu sholat di malam hari, menasehatimu di kala senang dan menghiburmu di kala sedih. Adakah itu yang engkau harapkan wahai saudariku….??? Ataukah lelaki itu masih engkau harapkan datang dari kemaksiatanmu kepada Allah dan lebih dicintai oleh syaetan…..???
sumber:facebook sebelum engkau halal bagiku

Muslimah nggak perlu audisi-audisian | karena akhlak Muslimah bukan untuk diperlombakan

hakikat hijab justru melindungi keindahan bukan mengumbarnya | apalagi dijadikan tontonan yang dinilai secara lahiriah dan badaniah

hakikat kontes-kontes kecantikan itu membentuk persepsi wanita | bahwa seorang 'putri' haruslah cantik fisik dan 'mentereng', hedonisme

pada akhirnya kontes-kontes ini menjadikan Muslimah jadi komoditas | Muslimah akhirnya hanya dilihat dari fisik dan fisik lagi

padahal teladan bagi Muslimah sudah jelas, Nabi pernah berucap | bahwa Maryam wanita terbaik di dunia dan Khadijah terbaik di surga

"sebaik-baik wanita di surga itu Khadijah binti Khuwailid | sebaik-baik wanita di dunia itu Maryam binti Imran" (HR Bukhari)

sebagai Muslimah, pun harus memiliki rasa malu, dan izzah (kehormatan) | bahwa parasnya hanya layak bagi suaminya, bukan dinikmati semua

kalaupun berniat dakwah harus dengan cara yang benar | masih banyak jalan yang bisa digunakan | nggak harus yang menyenggol kemaksiatan

bila serius ingin mendidik Muslimah berakhlak baik | buku-buku dan kajian-kajian masih jauh lebih baik, lebih efektif

dan mengajarkan Muslimah terhadap teladannya jauh lebih penting dibanding dikonteskan | kenali Khadijah, Maryam, Asiyah, Fatimah, Aisyah

tidak hanya di acara-acara semisal kontes-kontes Muslimah | begitupun di sosmed harusnya Muslimah malu dirinya dinikmati semua orang

apalagi di zaman selfie sudah jadi ritual wajib, malu sudah jadi akhlak jarang | diganti keinginan untuk eksis tanpa lagi peduli etika

begitulah secara fitrah wanita memang senang bila dikagumi | maka bersabarlah sampai engkau dikagumi oleh suamimu saja

inget jaman dulu tahun-tahun 90-an, kalo suka cewek, minta fotonya susaaaaah bangeeeet! sampe nyuri-nyuri foto | sekarang? haduh.. (-__-)

dulu saat cewek ngasih fotonya, ia sudah rela fotonya dipantengin cowok | setidaknya dulu akhlak malu lebih terjaga daripada sekarang..

tidak ada Muslimah yang dihiasai akhlak malu kecuali memperindahnya | tak perlu pengakuan dengan kontes-kontes yang menilai tampak luar

lebih baik sempurnakan sujudmu dalam heningnya malam | dan fasihkan lafadz ayatmu selepas shalat

saya kasitau boleh ya? | nggak ada suami normal, yang seneng istrinya dipantengin orang lain, apalagi lelaki lain | keep that in mind

by : Ust.Felix Siauw

Senin, 09 November 2015

Bahaya sifat takabur




1.    Orang yang mempunyai  sikap sombong tidak akan masuk surga , karena dalam sikap sombong terdapat tiga kotoran yang besar .
-         Pertama , ia menyamai allah khususan sifat .
-          Kedua  ,menyebab kan penolakan kebenaran dan menghinakan makhluk – makhluk lain .
-         Ketiga , merubah diri nya dengan seluruh makhluk , sebab sikap sombong tidak memungkinkan seseorang mecintai yang lain sebagaimana mencintai diri nya sendiri.
2.Akan menyebabkan sikap dengki dan marah , riya .
3. Akan mendapatkan penilaian yang kurang baik dari orang lain .
4.Akan dijauhi teman ataupun masyarakat .
5. Akan memunculkan rasa kebencian dan tidak suka terhadap                 
Kita.
6.Mempunyai sikap membanggakan diri , menolak kebeneran dan
Meremehkan orang lain .
Adalah karunia allah .
8.SETan sudah menyusai diri nya .
9.Tidak pernah bersyukur kepada allah.
.Dalam pergaulan tidak di senangi oleh orang lain .

Cara menghindari sifat takabur
1.    Selalu bersifat rendah hati .
2.    Jangan melecehkan orang yang lebih lemah daripada kita.
3.    Bersifat ramal dan saling menghomati antar sesama .
4.    Selalu bertawakal .
5.    Memahami dan menyadari , tentang bahaya takabur baik bahaya didunia maupun bahaya diakhirat nanti.
6.    Menerima setiap nikmat maupun kelebihan yang dimiliki semata mata karena karunia allah swt.
7.    Menyadari bahwa asal kejadian semua manusia adalah sama , yakni dari sel sperma dan ovum .
8.    Berusaha untuk dapat bergaul dengan siapa saja dengan baik , tanpa membeda – bedakan nya .
9.    Segera mengikis benih –benih kesombongan didalam hati yang setiap saat  dihembuskan oleh setan , dengan cara membaca istigfar manakala kita menyadari telah berbuat sombong.
10.                        Suka memikirkan diri nya dan alam semesta .
11.                        Memperhatikan riwayat –riwayat orang takabur , bagaimana keadaan mereka pada awal nya , dan bagaimana keadaan mereka pada akhirnya.
12.                        Meminta maaf kepada orang yang disombongi dan dihinanya.

Bahaya sifat ujub
1.    Akan memunculkan sifat  sombong dan takabur .
2.    Lupa akan bahaya ujub .
3.    Senang mengkultuskan diri
4.    Lebih mengutamakan kepentingan sendiri .
5.    Tindakan nya melampui batas .
6.    Menganggap diri nya sudah pandai .
7.    Tidak akan masuk surga .
8.    Menjadi penghuni neraka .
9.    Menjadi kekikiran yang ditaati.
10.Akan hilang rasa saling menghormati..
11. lenyap nya rasa simpati orang kepadanya .
12. menanamkan rasa kebencian .
13. membatalkan pahala .
14. menyebabkan akan murka kepada allah .
15. mengumbar nafsu dan melupakan dosa-dosa .
16. menyebabkan orang lain membenci pelaku nya .
17. menyebabkan su’ul khotimah dan  kerugian di akhirat .
18. mendapat adzab dari allah .


Cara menghidari sifat ujub
1.    Selalu mengingat hakikat jiwa manusia .
2.    Selalu bersyukur atas nikmat dan karunia yang telah allah berikan.
3.    Men –tafakur datang nya kematian dan perjalanan setelah nya .
4.    Senantiasa mengingat hakikat kehidupan dunia .
5.    Mengkaji ayat-ayat ilahi serta sunnah rasulullah .
6.    Menghadiri majelis ilmu .
7.    Menjenguk mereka yang tengah menghadapi sakaratul maut serta  ziarah kubur.
8.    Mencontoh kehidupan para ulama salah.
9.    Berlatih menolaknya.
10.                       Senantiasa bermuhasabah , sebelum mengerjakan sesuatu .
11.                       Tidak berkawan dengan orang yang kagum diri .
12.                       Selalu memohon bantuan dari allah .
13.                       Penyembuhan dengan al qur’an.