Senin, 23 Juli 2018

Surat Cinta Untuk Saudari-Saudariku

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Saudariku,dimanapun engkau berada,ini adalah pesan dariku yang aku tulis dengan penuh cinta. Jika saat ini engkau sedang menempuh perjalanan dan sedang berjihad di jalan Allah, pulanglah! Jika jarak yang begitu jauh membuatmu susah menemui ibu bapakmu, mintalah kepada-Nya kemudahan untuk menjenguk kedua orangtuamu.Orang tua kita memang tak pernah menyuruhmu untuk pulang,tapi batin mereka amat sangat merindukan anak2nya, mereka tak butuh kamu sukses dahulu baru berharap engkau pulang,tapi di dalam setiap bait2 doa mereka selalu ada harapan kesuksesan untuk anaknya dan berharap kita mencuri waktu untuk menemui mereka tanpa harus sukses dadulu, menjadi "seseorang" dulu baru kemudian kembali pulang. Jika saat ini engkau sedang ada di dalam amanah,sedang masa pengabdian,sedang merajut mimpi, yang harus di jalankan dan jarak rumahmu tidak jauh dari tempatmu beraktifitas, pilihlah tinggal bersama orang tuamu. Tentu kita semua sadar,seorang wanita akan meninggalkan kedua orang tuanya dan pergi bersama pendamping hidupnya.ingat kapan terakhir kalinya engkau menyiapkan makanan untuk mereka,kapan terakhir kalinya engkau mencuci,menyetrika,memijit mereka.yah..memang kembali kepada diri masing2, mengabdi di mana,ngabdi sama orang tua atau ngabdi di tempat orang? jika jalan keduanya itu sangat Mantap jiwa.ngabdi sama ortu seorang wanita ada batas, begitu "sah!". Engkau akan di bawa entah jauh atau tidak,yang jelas engkau akan sangat amat jarang makan semeja dengan mereka, apa lagi suku jawa bukan? Berbeda dengan Adat Aceh, bisa memilih tempat tinggal, terutama jika maharnya tinggi,otomatis suami akan ikut istri (tinggal di rumah mertua bebarapa bulan sampai bertahun). Iya benar...mungkin ketika di rumah bersama mereka kita merasa di kampung tidak ada sinyal,temennya merantau semua,kerjaannya cuma nyuci2 doang,bosen! Lalu kemudian meminta izin mereka untuk mengisi waktu luang gitu, pasti orang tua tetap mengizinkan jika itu adalah perbuatan yang benar,tidak ada ortu yang melarang keinginan si anak kecuali kepergiannya ada banyak kemudharatannya. Why? Tidak memilih waktu luang kita,mengisi liburan panjang kita bersama orang yang telah melahirkan kita dan mencucurkan keringat kita demi sesuap nasi keluarganya. Apakah engkau permah berfikir bisa jadi ini adalah puasa terakhir kita bersama mereka,bisa jadi tahun depan ada sudah menikah,bisa jadi mungkin ortunya meninggal,atau kita sendiri yang duluan di panggil,so kapan lagi kita birrul walidain.memang birrul walidai luas caranya. Tapi topik pembahasan kita adalah saat kia liburan,tak mau pulang,merasa bosan,merasaini dan itu. Tentu kita hafal hadis berkut ini: ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻋَﻤْﺮِﻭ ﺍﻟﺸَّﻴْﺒَﺎﻧِﻲ - ﻭَﺍﺳْﻤُﻪُ ﺳَﻌْﺪُ ﺑْﻦُ ﺇِﻳَﺎﺱ - ﻗَﺎﻝَ : ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﺻَﺎﺣِﺐُ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺪَّﺍﺭِ - ﻭَﺃَﺷَﺎﺭَ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﺇِﻟَﻰ ﺩَﺍﺭِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮْﺩٍ ‏( 1 ) t- ﻗَﺎﻝَ : ﺳَﺄَﻟْﺖُ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ : ﺃَﻱُّ ﺍﻟﻌَﻤَﻞِ ﺃَﺣَﺐُّ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ؟ ﻗَﺎﻝَ : )) ﺍﻟﺼَّﻼَﺓُ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﻗْﺘِﻬَﺎ .(( ﻗُﻠْﺖُ : ﺛُﻢَّ ﺃَﻱٌّ ؟ ﻗَﺎﻝَ : )) ﺑِﺮُّ ﺍﻟﻮَﺍﻟِﺪَﻳْﻦِ .(( ﻗُﻠْﺖُ : ﺛُﻢَّ ﺃَﻱٌّ ؟ ﻗﺎﻝ : )) ﺍﻟﺠِﻬَﺎﺩُ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴْﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ .(( ﻗَﺎﻝَ : ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﺑِﻬِﻦَّ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ , ﻭَﻟَﻮِ ﺍﺳْﺘَﺰَﺩْﺗُﻪُ ﻟَﺰَﺍﺩَﻧِﻲ . ﻣُﺘَّﻔَﻖٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ . “Saya bertanya kepada Nabi, ‘Apakah amal yang paling dicintai oleh Allah?’ (Dalam satu riwayat: yang lebih utama) Beliau bersabda, ‘Shalat pada waktunya’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau bersabda, ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi’? Beliau bersabda, ‘Jihad (berjuang) di jalan Allah.”‘ Ia berkata, “Beliau menceritakan kepadaku. (Dalam satu riwayat: “Saya berdiam diri dari Rasulullah.”) Seandainya saya meminta tambah, niscaya beliau menambahkannya.” (H.R. Bukhari, hadits Shahih dan terdapat di dalam Shahih Bukhari) Bahkan Allah menetapkan bakti kepada ortu di nomor urut dua,baru setelahnya jihad.pastinya antunna lebih faham pemaknaan hadis tersebut. Saya salut dengan seorang ukhti dari Aceh Tengah,saat mengisi waktu liburnya benar2 birrul walidain, setelah ia menyelesaikan kewajiban kepada kedua orang tuanya,lalu ia cium tangan ibu bapaknya dan pergi berdakwah,berjihad,dll yang memberi manfaat kepada seluruh masyarakat yang ada di kampungnya.ia tidak mau menerima tawaran pengabdian manapun demi ibu bapaknya,ia menganggap itu adalah bulan terakhir ia bersama mereka,mana tau tahun depan ia di lamar orang, dirumah beres diluar pun ok,dan benar,apa yg difikirkannya terjadi,dinikahi,setelah itu susah menjenguk ortunya,bahkan untuk pulang saja begitu sulit baginya sebab pekerjaan sang suami yang tak bisa di tinggalkan meski hari lebaran sekalipun serta jauh.rindu pasti,yah...mau gimana lagi,begitu ungkapnya.ukhti ini patut di contohi.wanita yg sadar akan urgensi bakti kepada ortu. Beda lagi kalau ceritanya merantau,menuntut ilmu atau apa gitu,memang tak bisa pulang,ya..baktinya dgn blajar serius,fokus pada tujuannya. Aku menyampaikan ini bukan berarti aku paling baik perlakuannya kepada ortuku,bukan berarti baktiku sudah sempurna kepada mereka.aku menuliskan ini sebab aku masih saja nakal terhadap mereka,tujuanku adalah untuk intropeksi diri,sebab aku masih memegang prinsip Murobbiyahku terdahulu,seorang ustzah yang begitu populer di hatiku,krn dia tak pernah bosan memonitoring hidupku.waktu itu ia berkata: "cara mudah dan efektif untuk membangkitkan keimanan dan memperbaiki kesalahan adalah dengan menasehati orang lain dahulu,kemudian pasti timbul rasa malu,lantas kita akan memperbaiki semua itu". Tak mungkin kita setelah berkata2 tidak melakukannya sendiri,kecuali orang tak paham.Dan benar cara ini benar2 efektif saat iman ku sedang amat futur. Pesan terakhirku,untukmu yang sedang megajari ilmu Al-Qur'an,mengajari ilmu agama atau bentuk apa pun yang berbaur agama,jangan sekali2 kita mengharapkan materi,jika hanya materi yg kita harapkan,kita hanya akan mendapat itu tanpa pahala disisi-Nya,kata ust.bule'ku. Disebut ust Bulee karena putih kemerah2an persis orang bule. Ketika niat sudah lurus maka pahala dapat meteri pun mengikuti.Allah kasih rezki dari jalan yang tak di sangka-sangka. Afwan atas kesalahan jika salah dalam penyampaian atau apa pun itu. Wallahualam Bishawwab. Semoga bermanfaat untuku dan untukmu para akhwat saudariku,teman2 syurgaku.amin. Wassalam. Banda Aceh,20 Mai 2018 (Ramadhan ke -4) ( Rauzatul Akmal ) 01.00 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar