15 Rahasia agar jodoh di dekatkan oleh Allah
Ini adalah ikhtiar yg bisa dilakukan untuk mendekatkan
pertolongan Tuhan. Yg jomblo, fokus ya
1. Taubati segala dosa. Bagaimana bisa satu waktu kau
mengiba pada-Nya, tapi di waktu lain kau barengi dg aktifitas yg
mendurhakai-Nya
?
2. Siapkan ilmunya. Pingin naik haji, pelajari manasik haji.
Pingin nikah, pelajari ilmunya. Tuhan akan mengabulkan hamba yg pantas menerima
3. Jemput. Bukan nunggu ilmu, tapi cari ilmu. Bukan nunggu
rezeki, tapi jemput rezeki. Jodoh juga gitu. Bukan nunggu jodoh, tp jemput
jodoh
4. Jodohmu cermin dirimu. Saat kau damba jodoh yg mulia,
maka jangan menghinakan diri dg perbuatan yg tak pantas dilakukan orang yg
mulia
5. Bermunajatlah pada-Nya, “Rabbii laa tadzarnii fardan..”
(Tuhan, jangan biarkan aku sendiri). Kalo gak ngadu ke Tuhan, mau ke sapa lagi?
6. Rasulullah berkata, Tiga orang yg doanya pasti
terkabulkan; Doa orang teraniaya, doa musafir, dan doa orang tua pada anaknya.
Manfaatkan itu.
7. Doain temanmu. Doa muslim untuk saudaranya yg dilakukan
tanpa sepengetahuan orang yg didoakannya, adalah doa yg akan dikabulkan Tuhan.
8. Luruskan niat. Nikah bukan hanya untuk meraih bahagia
dunia, tapi lebih dari itu. Pernikahan muslim adalah ibadah yg mulia.
9. Sedekah. Ini mah gak usah ditanya lagi faedahnya. Segala
masalah tuntas dg sedekah yg ikhlas. Dg sedekah, semua hajat bakal terkabul
10. Istikharahi. Berdoalah, Ya Allah, jika dia baik bagi
agamaku, duniaku, akhiratku, tolong dekatkan hamba dg cara-Mu. Jika tidak,
jauhkan.
11. Jangan malu minta bantu. Comblang itu halal, asal dg
cara benar. Khadijah mendekati Muhammad saja dg perantara Maisaroh kan?
12. Tetaplah terhormat di masa penantian. Jomblo itu bukan
aib. Jangan terpancing teman2mu yg mengisi penantian dg cara tak halal.
13. Tawakkal. Percayalah bahwa kalau memang jodoh nggak akan
kemana. Kalo udah doa, udah usaha, ya udah, serahkan hasilnya pada Allah.
14. Jarang ada berlian di tempat sampah. Jemput jodoh baik
di tempat baik2. Karena orang baik, lebih kerasan tinggal di komunitas yg baik.
15. Minta doa banyak orang, para sahabat, orang shalih,
keluarga. Jangan malu. Kita tak tahu, dari doa yg mana pengabulan Tuhan itu datang.
Semoga dg ikhtiar itu, Allah mengaruniaimu jodoh yg baik.
Selamat malem minggu bersama keluarga dan sahabat
Se-sederhana Mungkin ..
bertemu denganmu adalah takdir bagiku
berteman denganmu adalah pilihan bagiku
bersahabat denganmu adalah hadiah istimewa bagiku
berteman denganmu adalah pilihan bagiku
bersahabat denganmu adalah hadiah istimewa bagiku
aku ingin menjadi sahabat yang sederhana buatmu
se-sederhana matahari di pagi hari yang menyinari bumi
se-sederhana rembulan dengan keteduhan sinarnya
se-sederhana angin yang berhembus menyejukkan jiwa
se-sederhana hujan yang membasahi rerumputan
se-sederhana matahari di pagi hari yang menyinari bumi
se-sederhana rembulan dengan keteduhan sinarnya
se-sederhana angin yang berhembus menyejukkan jiwa
se-sederhana hujan yang membasahi rerumputan
aku tidak ingin menjadi yang istimewa buatmu
seperti raja dengan segala dayang-dayangnya
seperti jendral dengan segala tentaranya
seperti presiden dengan segala jajarannya
seperti raja dengan segala dayang-dayangnya
seperti jendral dengan segala tentaranya
seperti presiden dengan segala jajarannya
aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu
semudah kita dipertemukan dengan cara-Nya
semudah kita berbicara tentang banyak hal
semudah kita bertatap muka untuk melepas rindu
semudah kita berpegangan tangan dan berlari untuk merasakan ke-Agungan-Nya
semudah kita saling memberikan kepercayaan dan menjaganya
aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu
semudah kita berbicara tentang banyak hal
semudah kita bertatap muka untuk melepas rindu
semudah kita berpegangan tangan dan berlari untuk merasakan ke-Agungan-Nya
semudah kita saling memberikan kepercayaan dan menjaganya
aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu
semudah kita bertengkar dan merebutkan sesuatu
semudah kita menangis dan mengalah (mendahulukan sahabatnya)
semudah kita melepaskan untuk saling menguatkan
semudah kita menyembunyikan rasa sakit hati untuk kebahagiaan sahabatnya
semudah kita mendahulukan ego untuk sebuah rasa atau logika
semudah kita menangis dan mengalah (mendahulukan sahabatnya)
semudah kita melepaskan untuk saling menguatkan
semudah kita menyembunyikan rasa sakit hati untuk kebahagiaan sahabatnya
semudah kita mendahulukan ego untuk sebuah rasa atau logika
aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu
seperti pertemuan kita..
seperti perpisahan kita..
seperti goresan kisah yang telah kita lalui bersama..
seperti kenangan yang tiada bosan untuk tetap tinggal..
seperti perpisahan kita..
seperti goresan kisah yang telah kita lalui bersama..
seperti kenangan yang tiada bosan untuk tetap tinggal..
aku hanya ingin menjadi yang sederhana buatmu
seperti nasehat yang mengiringi curahan hati
seperti piutang yang menjadi sebuah “budi”
seperti teladan yang mempengaruhi perubahan diri
seperti tangisan yang menyayat hati
seperti piutang yang menjadi sebuah “budi”
seperti teladan yang mempengaruhi perubahan diri
seperti tangisan yang menyayat hati
kita..
adalah sebuah kisah yang belum sampai pada cerita akhirnya
adalah perjalanan waktu yang dipisahkan oleh jalan kisah-Nya
adalah sebuah pulau yang siap untuk dikunjungi namun tidak dikotori
adalah sekuntum bunga yang tidak mekar merekah dengan sendiri
adalah sebuah kisah yang belum sampai pada cerita akhirnya
adalah perjalanan waktu yang dipisahkan oleh jalan kisah-Nya
adalah sebuah pulau yang siap untuk dikunjungi namun tidak dikotori
adalah sekuntum bunga yang tidak mekar merekah dengan sendiri
kamu..
adalah bagian dari proses pencarian jati diri
adalah puzzle kehidupanku, jika tanpamu maka tak akan pernah menjadi lengkap
adalah lukisan yang belum usai dengan segala warnamu diatas kanvas diri
adalah kehangatan dan kenyamanan dalam setiap pelukan lembutmu
adalah bagian dari proses pencarian jati diri
adalah puzzle kehidupanku, jika tanpamu maka tak akan pernah menjadi lengkap
adalah lukisan yang belum usai dengan segala warnamu diatas kanvas diri
adalah kehangatan dan kenyamanan dalam setiap pelukan lembutmu
aku..
adalah orang yang Allah kirimkan untuk bertemu dan menjalin kisah denganmu
adalah orang yang ingin mengingatimu dalam kesederhanaan
adalah orang yang peduli dan tak lepas mendo’akan kebaikan untukmu
adalah orang yang sederhana untuk menuliskan tulisan yang sederhana ini..
adalah orang yang Allah kirimkan untuk bertemu dan menjalin kisah denganmu
adalah orang yang ingin mengingatimu dalam kesederhanaan
adalah orang yang peduli dan tak lepas mendo’akan kebaikan untukmu
adalah orang yang sederhana untuk menuliskan tulisan yang sederhana ini..
sahabat..
maukah kamu berbagi kasih denganku?
maukah kamu menyebut namaku dalam untaian doamu?
maukah kamu mengingatku dengan sederhana?
maukah kamu berbagi kasih denganku?
maukah kamu menyebut namaku dalam untaian doamu?
maukah kamu mengingatku dengan sederhana?
walau..
entah sedalam apa dan bagaimana kamu menyimpan rasa kesal dan benci padaku?
entah bagaimana kamu dapat memaafkan segala khilaf dan salahku?
entah sejauh dan sedalam apa kamu mengenalku..
entah sebesar apa pengorbanan dan rasa sayang yang telah kamu lakukan dan berikan untukku..
entah kapan, dimana, dan dengan cara apa (mungkin) kita akan dipertemukannya kembali…
entah sedalam apa dan bagaimana kamu menyimpan rasa kesal dan benci padaku?
entah bagaimana kamu dapat memaafkan segala khilaf dan salahku?
entah sejauh dan sedalam apa kamu mengenalku..
entah sebesar apa pengorbanan dan rasa sayang yang telah kamu lakukan dan berikan untukku..
entah kapan, dimana, dan dengan cara apa (mungkin) kita akan dipertemukannya kembali…
KARENA AKU MUSLIMAH AKU HARUS SABAR
Jiwaku, bersabarlah!
Sendiri bukan berarti tidak cantik
Tak di-‘PDKT’-kan bukan berarti ‘nggak laku’
Melainkan itulah
anggai penghormatan ikhwan pada akhwat yang menjaga diri
Inilah pilihan, Dan
di balik pilihan yang baik
Selalu ada ruang bagi kejutan tak terprediksi
Jiwaku, Bersabarlah!
Ketika kamu terluka saat melihat orang yang kamu kagumi
Melakukan hal yang tak pernah kamu bayangkan
Apa kamu bisa terima, kamu telah ‘berserah’ pada orang yang
salah?
Ah, entahlah. Itu bukan rahasia, karena di sana ia tengah
menanti kamu
Maka jangan kamu rusak penantian itu dengan ketidaksabaran
hatimu
Jiwaku, bersabarlah!
walau kamu memaksa dan menangis darah keadaan berubah saat
ini juga
Tak akan ada yang berubah tanpa izin dari-Nya
ALLAH punya cara, punya rencana di setiap skenario kehidupan
Saat ini kamu ingin ada yang mengisi hati dan hidupmu
Mungkin itu bukan waktu dimana janji ALLAH telah berjawab.
Sebab jika janji itu terjadi nanti, insya ALLAH, kamu akan
baik-baik saja..
Jiwaku, bersabarlah!
Sebentar lagi ia akan datang..
walau tampak fisik kamu sendiri, tapi jauh di hati ini..
Kamu dan ia telah
menyatu dalam buhul yang telah ALLAH ikatkan sejak dulu.
Kamu dan ia telah
menyatu lewat penantian dalam kesendirian.
ALewat penantian dalam kesabaran.
jiwakuku.. Rahasia ALLAH selalu menawarkan pilihan.
Dan di balik setiap
pilihan, selalu ada ruang bagi konsekuensi.
Maka semoga kita pandai memilih pilihan terbaik untuk segala
jenis keletihan menanti jodoh; sabar. :)
Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan
laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)
Sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) ALLAH itu, pasti datang
Tak ada yang bisa menyangkal, bahwa tidak ada seorang pun
yang steril dari yang namanya cinta. Meski ia telah setingkat da’i atau
da’iyah. Tak ada yang bisa mencegah datang virus itu, seperti senandung puisi
berikut:
Cinta……. Menembus ruang dan batas Menggelora, meradang dan mematikan
Kala cinta merasuk sukma, membekukan akal, menghempas rasa jika tidak karena-Nya
Kemana kan dibawa lari sekeping hati pecinta??
Kita akan bicara tentang cinta. Sesuatu yang Allah tanamkan fitrahnya pada setiap jiwa. Tapi alangkah hinanya bagi pecinta yang terbelenggu oleh cintanya. Duhai saudariku……. Mencintai itu adalah kewajaran……..!!! Apalagi bagi seorang wanita yang telah memasuki usia dimana kebutuhan kasih sayang dan penjagaan dari seorang lelaki sudah sangat dirindukannya. Tapi ingatlah wahai sahabatku, janganlah engkau tanggalkan kehormatanmu dengan mengumbarnya di antara manusia. Dengan cara apapun, dengan dalih apapun, dengan susunan kata semanis apapun, sekuat apapun dorongannya jangan engkau tertipu oleh rayuan syaetan.
Betapa senangnya syaetan bila manusia telath terkena panahnya. Panah yang akan membuat manusia mabuk cinta dan menjadikan halal segala cara apapun untuk mendapatkannya. Maka jadilah sms merah jambu, surat-surat cinta, dan lainnya yang padahal bisa jadi syaetan telah mengemasnya menjadi kemasan yang akan mengundang kemurkaan Allah.
Saudariku….. Bersabarlah di saat malam gelap gulita membekap. Bersabarlah di antara sujud panjangmu, di antara harap dan do’amu kepada Allah dengan kedatangan pangeran yang akan menjemputmu. Bersabarlah terus di antara dua lelehan air matamu karena berharap yang terbaik dariNya. Sungguh itu lebih baik bagimu dan yang lebih Allah ridhoi daripada selainnya. Walaupun sulit, terasa berat, tidak tahan menunggu kepastiannya, namun tetaplah seperti itu, sabar, sabar dalam penantianmu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang terbaik bagimu. Bukankah janji Allah sudah jelas:
”dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” {QS. An Nuur : 26}
Terasa sulit memang….. hati itu terkadang begitu cepat berbolak balik. Terkadang ia kuat bagai benteng kokoh, tapi sering pula ia rapuh bak rumah kardus di bawah kolong jembatan. Di satu sisi kita senantiasa menginginkan tunduk pada perintah-perintah Allah, perintah menundukkan pandangan, perintah mengulurkan jilbab, perintah terus memperbaiki didi dari hari ke hari. Namun, di sisi lain, syaetan senantiasa bergerak dan bekerja untuk menggoda manusia. Sehingga terkadang dalam penantian panjang ini ada kalnya terselip pandangan yang belum halal, ada perkataan yang belum halal, ada usaha mencari perhatian yang belum halal.
Saudariku….. Saat ini, di tengah malam ini mari kita tengok jendela- jendela yang terbuka. Di atas ribuah sajadah, bersimpuh wanita-wanita yang sedang merindu. Tetesan-tetesan air mata mereka terus membasahi bumi, air mata mujahidah yang sangat takut tergelincir kepada kemaksiatan. Berjuta sorotan mata yang hanya ditujukan kepadaNya. Dan engkau ….., apakah engkau termasuk bagian dari wanita bersimpuh itu, sabarlah.
Benar, tidak mudah. Tapi tidak ada yang salah dengan janjiNya. JanjiNya adalah keniscayaan terindah, walau itu harus kau tebus dengan kesabaran yang berpeluh kesah. Janganlah lelah memuliakan dirimu. Bukan untuk dia, bukan untuk dirimu sendiri. Tapi semata hanya untuk Rabbmu. Sungguh itu bagian dari tarbiyah dengan cara yang berbeda. Dan Maha Benar Allah, lelaki mulia itu akan datang atas nama kemuliaan pernikahan. Tanpa engkau perlu teriaki, dia telah mendengar dengan kesediaan tertinggi akan seruan lembut RabbNya, yang disampaikan kepada hamba terkasih dan utusanNya.
“Wahai para pemuda, barangsiapa telah mampu di antara kalian, hendaklah ia menikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dari menjaga……”(HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i)
Lelaki yang senantiasa menjaga kehormatan itu pasti akan datang, lelaki yang setiap malam engkau tangisi itu pasti akan mengetuk pintu rumahmu, lelaki yang akan menjaga kehormtan yang senantiasa engkau jaga itu pasti akan menjemputmu dengan kesederhanaan dan senyuman terindah yang tetulus dari hatinya, lelaki yang akan menemanimu sholat di malam hari, menasehatimu di kala senang dan menghiburmu di kala sedih. Adakah itu yang engkau harapkan wahai saudariku….??? Ataukah lelaki itu masih engkau harapkan datang dari kemaksiatanmu kepada Allah dan lebih dicintai oleh syaetan…..???
Cinta……. Menembus ruang dan batas Menggelora, meradang dan mematikan
Kala cinta merasuk sukma, membekukan akal, menghempas rasa jika tidak karena-Nya
Kemana kan dibawa lari sekeping hati pecinta??
Kita akan bicara tentang cinta. Sesuatu yang Allah tanamkan fitrahnya pada setiap jiwa. Tapi alangkah hinanya bagi pecinta yang terbelenggu oleh cintanya. Duhai saudariku……. Mencintai itu adalah kewajaran……..!!! Apalagi bagi seorang wanita yang telah memasuki usia dimana kebutuhan kasih sayang dan penjagaan dari seorang lelaki sudah sangat dirindukannya. Tapi ingatlah wahai sahabatku, janganlah engkau tanggalkan kehormatanmu dengan mengumbarnya di antara manusia. Dengan cara apapun, dengan dalih apapun, dengan susunan kata semanis apapun, sekuat apapun dorongannya jangan engkau tertipu oleh rayuan syaetan.
Betapa senangnya syaetan bila manusia telath terkena panahnya. Panah yang akan membuat manusia mabuk cinta dan menjadikan halal segala cara apapun untuk mendapatkannya. Maka jadilah sms merah jambu, surat-surat cinta, dan lainnya yang padahal bisa jadi syaetan telah mengemasnya menjadi kemasan yang akan mengundang kemurkaan Allah.
Saudariku….. Bersabarlah di saat malam gelap gulita membekap. Bersabarlah di antara sujud panjangmu, di antara harap dan do’amu kepada Allah dengan kedatangan pangeran yang akan menjemputmu. Bersabarlah terus di antara dua lelehan air matamu karena berharap yang terbaik dariNya. Sungguh itu lebih baik bagimu dan yang lebih Allah ridhoi daripada selainnya. Walaupun sulit, terasa berat, tidak tahan menunggu kepastiannya, namun tetaplah seperti itu, sabar, sabar dalam penantianmu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang terbaik bagimu. Bukankah janji Allah sudah jelas:
”dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” {QS. An Nuur : 26}
Terasa sulit memang….. hati itu terkadang begitu cepat berbolak balik. Terkadang ia kuat bagai benteng kokoh, tapi sering pula ia rapuh bak rumah kardus di bawah kolong jembatan. Di satu sisi kita senantiasa menginginkan tunduk pada perintah-perintah Allah, perintah menundukkan pandangan, perintah mengulurkan jilbab, perintah terus memperbaiki didi dari hari ke hari. Namun, di sisi lain, syaetan senantiasa bergerak dan bekerja untuk menggoda manusia. Sehingga terkadang dalam penantian panjang ini ada kalnya terselip pandangan yang belum halal, ada perkataan yang belum halal, ada usaha mencari perhatian yang belum halal.
Saudariku….. Saat ini, di tengah malam ini mari kita tengok jendela- jendela yang terbuka. Di atas ribuah sajadah, bersimpuh wanita-wanita yang sedang merindu. Tetesan-tetesan air mata mereka terus membasahi bumi, air mata mujahidah yang sangat takut tergelincir kepada kemaksiatan. Berjuta sorotan mata yang hanya ditujukan kepadaNya. Dan engkau ….., apakah engkau termasuk bagian dari wanita bersimpuh itu, sabarlah.
Benar, tidak mudah. Tapi tidak ada yang salah dengan janjiNya. JanjiNya adalah keniscayaan terindah, walau itu harus kau tebus dengan kesabaran yang berpeluh kesah. Janganlah lelah memuliakan dirimu. Bukan untuk dia, bukan untuk dirimu sendiri. Tapi semata hanya untuk Rabbmu. Sungguh itu bagian dari tarbiyah dengan cara yang berbeda. Dan Maha Benar Allah, lelaki mulia itu akan datang atas nama kemuliaan pernikahan. Tanpa engkau perlu teriaki, dia telah mendengar dengan kesediaan tertinggi akan seruan lembut RabbNya, yang disampaikan kepada hamba terkasih dan utusanNya.
“Wahai para pemuda, barangsiapa telah mampu di antara kalian, hendaklah ia menikah, karena ia dapat menundukkan pandangan dari menjaga……”(HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i)
Lelaki yang senantiasa menjaga kehormatan itu pasti akan datang, lelaki yang setiap malam engkau tangisi itu pasti akan mengetuk pintu rumahmu, lelaki yang akan menjaga kehormtan yang senantiasa engkau jaga itu pasti akan menjemputmu dengan kesederhanaan dan senyuman terindah yang tetulus dari hatinya, lelaki yang akan menemanimu sholat di malam hari, menasehatimu di kala senang dan menghiburmu di kala sedih. Adakah itu yang engkau harapkan wahai saudariku….??? Ataukah lelaki itu masih engkau harapkan datang dari kemaksiatanmu kepada Allah dan lebih dicintai oleh syaetan…..???
sumber:facebook sebelum engkau halal bagiku
Muslimah nggak perlu audisi-audisian | karena akhlak
Muslimah bukan untuk diperlombakan
hakikat hijab justru melindungi keindahan bukan mengumbarnya | apalagi dijadikan tontonan yang dinilai secara lahiriah dan badaniah
hakikat kontes-kontes kecantikan itu membentuk persepsi wanita | bahwa seorang 'putri' haruslah cantik fisik dan 'mentereng', hedonisme
pada akhirnya kontes-kontes ini menjadikan Muslimah jadi komoditas | Muslimah akhirnya hanya dilihat dari fisik dan fisik lagi
padahal teladan bagi Muslimah sudah jelas, Nabi pernah berucap | bahwa Maryam wanita terbaik di dunia dan Khadijah terbaik di surga
"sebaik-baik wanita di surga itu Khadijah binti Khuwailid | sebaik-baik wanita di dunia itu Maryam binti Imran" (HR Bukhari)
sebagai Muslimah, pun harus memiliki rasa malu, dan izzah (kehormatan) | bahwa parasnya hanya layak bagi suaminya, bukan dinikmati semua
kalaupun berniat dakwah harus dengan cara yang benar | masih banyak jalan yang bisa digunakan | nggak harus yang menyenggol kemaksiatan
bila serius ingin mendidik Muslimah berakhlak baik | buku-buku dan kajian-kajian masih jauh lebih baik, lebih efektif
dan mengajarkan Muslimah terhadap teladannya jauh lebih penting dibanding dikonteskan | kenali Khadijah, Maryam, Asiyah, Fatimah, Aisyah
tidak hanya di acara-acara semisal kontes-kontes Muslimah | begitupun di sosmed harusnya Muslimah malu dirinya dinikmati semua orang
apalagi di zaman selfie sudah jadi ritual wajib, malu sudah jadi akhlak jarang | diganti keinginan untuk eksis tanpa lagi peduli etika
begitulah secara fitrah wanita memang senang bila dikagumi | maka bersabarlah sampai engkau dikagumi oleh suamimu saja
inget jaman dulu tahun-tahun 90-an, kalo suka cewek, minta fotonya susaaaaah bangeeeet! sampe nyuri-nyuri foto | sekarang? haduh.. (-__-)
dulu saat cewek ngasih fotonya, ia sudah rela fotonya dipantengin cowok | setidaknya dulu akhlak malu lebih terjaga daripada sekarang..
tidak ada Muslimah yang dihiasai akhlak malu kecuali memperindahnya | tak perlu pengakuan dengan kontes-kontes yang menilai tampak luar
lebih baik sempurnakan sujudmu dalam heningnya malam | dan fasihkan lafadz ayatmu selepas shalat
saya kasitau boleh ya? | nggak ada suami normal, yang seneng istrinya dipantengin orang lain, apalagi lelaki lain | keep that in mind
by : Ust.Felix Siauw
hakikat hijab justru melindungi keindahan bukan mengumbarnya | apalagi dijadikan tontonan yang dinilai secara lahiriah dan badaniah
hakikat kontes-kontes kecantikan itu membentuk persepsi wanita | bahwa seorang 'putri' haruslah cantik fisik dan 'mentereng', hedonisme
pada akhirnya kontes-kontes ini menjadikan Muslimah jadi komoditas | Muslimah akhirnya hanya dilihat dari fisik dan fisik lagi
padahal teladan bagi Muslimah sudah jelas, Nabi pernah berucap | bahwa Maryam wanita terbaik di dunia dan Khadijah terbaik di surga
"sebaik-baik wanita di surga itu Khadijah binti Khuwailid | sebaik-baik wanita di dunia itu Maryam binti Imran" (HR Bukhari)
sebagai Muslimah, pun harus memiliki rasa malu, dan izzah (kehormatan) | bahwa parasnya hanya layak bagi suaminya, bukan dinikmati semua
kalaupun berniat dakwah harus dengan cara yang benar | masih banyak jalan yang bisa digunakan | nggak harus yang menyenggol kemaksiatan
bila serius ingin mendidik Muslimah berakhlak baik | buku-buku dan kajian-kajian masih jauh lebih baik, lebih efektif
dan mengajarkan Muslimah terhadap teladannya jauh lebih penting dibanding dikonteskan | kenali Khadijah, Maryam, Asiyah, Fatimah, Aisyah
tidak hanya di acara-acara semisal kontes-kontes Muslimah | begitupun di sosmed harusnya Muslimah malu dirinya dinikmati semua orang
apalagi di zaman selfie sudah jadi ritual wajib, malu sudah jadi akhlak jarang | diganti keinginan untuk eksis tanpa lagi peduli etika
begitulah secara fitrah wanita memang senang bila dikagumi | maka bersabarlah sampai engkau dikagumi oleh suamimu saja
inget jaman dulu tahun-tahun 90-an, kalo suka cewek, minta fotonya susaaaaah bangeeeet! sampe nyuri-nyuri foto | sekarang? haduh.. (-__-)
dulu saat cewek ngasih fotonya, ia sudah rela fotonya dipantengin cowok | setidaknya dulu akhlak malu lebih terjaga daripada sekarang..
tidak ada Muslimah yang dihiasai akhlak malu kecuali memperindahnya | tak perlu pengakuan dengan kontes-kontes yang menilai tampak luar
lebih baik sempurnakan sujudmu dalam heningnya malam | dan fasihkan lafadz ayatmu selepas shalat
saya kasitau boleh ya? | nggak ada suami normal, yang seneng istrinya dipantengin orang lain, apalagi lelaki lain | keep that in mind
by : Ust.Felix Siauw